berandateropongpelangifreeware
 
   

 

Index Teropong

Bangkit Jadilah Terang
Bawa Bodyguard
Belajar Kepada Semut
Bukan Sekedar Janji
God on the Mountain
Halal & Haram
Hamba yang Merdeka
Kasih Identik dengan Penginjilan
Keluar, Bukan Tempatmu
Keterbukaan Awal Pemulihan
Ketika Tuhan Menjawab
Membangun Kepedulian
Mengapa Allah Menciptakan Manusia 1
Mengapa Allah Menciptakan Manusia 2
Mengapa Tuhan Mengutuk Pohon Ara?
Mengubah Masalah Menjadi Mutiara
Menjebol Kemapanan
Menyiapkan Tunas Muda
Pelantikan yang Fenomenal
Pemberian Terbaik
Penginjilan Arwah
Perlukaan Untuk Pemulihan
Power of the True King
Raih Sukses Setelah Gagal
Ulet, Ulet dan Ulet
Menjadi Kepala Bukan Ekor
Lebih dari Pemenang
Logo Baru
Warga Kerajaan Allah
Berkat bagi Orang Percaya
Bertumbuh di dalam Iman
Penyesat ada dimana-mana
Alkitab Menjawab
Kemerdekaan yang sebenarnya
Lembah Kekelaman
Menembus Tembok Tahun 2011
Kemenangan Bersama Yesus
Yesus Ada Di sana
Hamba Yang Setia
Kayu Salib Jaminan Mahkotaku
Kuasa Kebangkitan Yesus

 

 

BUKAN SEKEDAR JANJI


dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain,
supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
(Yohanes 14:16
)

Pagi itu menjadi tonggak sejarah yang penting, ketika ia sedang membereskan jala bersama ayah dan saudara nya, Tuhan Yesus memanggilnya. Ia menjadi salah seorang murid Yesus pertama bersama dua orang bersaudara lainnya. Kebersamaannya dengan gurunya membuat dia tumbuh dewasa dan penuh dedikasi. Dia pastinya pernah berikrar : “aku mau menjadi yang terbaik”, sampai suatu saat dia menyandang predikat murid yang dikasihi Yesus.

 

Janji bukanlah sesuatu yang berarti tanpa adanya suatu bukti. Suatu petang, di sebuah taman ketika sang guru dikhianati oleh salah seorang murid-Nya, dia termasuk dalam jajaran mereka yang meninggalkan-Nya seorang diri. Kesalahan ini tidak membenamkan dan meluluh-lantakan predikatnya, dia membuktikan masih mengasihi gurunya dengan hadir saat pengadilan dihadapan mahkamah agama.

 

Predikat sebagai murid terbaik dibuktikannya ketika ia hadir saat gurunya menggantikan kita di atas kayu salib. Murid ini ada dibawah salib-Nya memandang dengan sedih. Puncak predikatnya ini dia buktikan ketika karena nama gurunya dia harus dibuang ke suatu pulau dan di sana  Tuhan Yesus memperlihatkan semua yang akan terjadi dan juga keadaan surga. Semuanya ini kemudian ia tuliskan untuk kita dalam bentuk kitab Wahyu yang kita kenal sekarang. Murid ini adalah Yohanes anak Zebedeus.

 

Kita semua sudah dipanggil oleh guru yang sama seperti murid yang dikasihi dan mengasihi gurunya ini. Barangkali sudah banyak janji untuk menjadi lebih baik, tapi faktanya bagaimana? Tuhan Yesus  hanya melihat kemauan murid-Nya untuk berubah, kemudian Dia akan memampukannya untuk menjadi murid sejati, karena di dalam kita ada Roh Kudus yang siap memampukan kita. (paul herwanto)



 

www.kemurahanmu.com