PERLUKAAN UNTUK PEMULIHAN
Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak
dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
(Yoh. 15:8)
Seorang bapak sedang melukai batang pohon mangga di halamannya. Ia heran mengapa beberapa musim terakhir pohon mangganya tidak lagi berbuah. Atas saran seorang teman dia mulai melakukan perlukaan di sekeliling batang pohon mangganya. Konon, katanya dengan disakiti maka pohon mangga akan kembali berbuah.
Kebiasaan melakukan perlukaan pada pohon-pohon buah adalah hal yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pernah suatu kali ditayangkan di sebuah stasiun TV seorang bapak yang berhasil membuat pohon jambu airnya berbuah dengan tidak mengenal musim, dan memang pada gambar yang ditayangkan terlihat tiap cabang pohon jambunya mengeluarkan buah yang banyak. Ketika ditanyakan bagaimana itu dapat terjadi maka bapak itu mengatakan : Rahasianya katanya, saya melakukan perlukaan pada setiap cabang yang saya ingini berbuah.
Dalam sebuah buku kecil mengenai merawat pohon buah-buahan dijelaskan secara sepintas bahwa adakalanya diperlukan perlukaan batang pada tanaman buah untuk merangsang pembentukan buah. Dikatakan bahwa pohon yang tidak mau berbuah disebabkan sirkulasi pada pohon itu terganggu, hanya menyalurkan makanan yang didapat dari akar keseluruh bagian pohon dan kemudian kembali ke akar sehingga tidak terdapat penimbunan makanan. Perlukaan yang dibuat pada kulit pohon akan menghambat makanan yang telah diolah di daun kembali ke dalam tanah, sehingga dengan dengan demikian akan terjadi penimbunan yang kemudian akan merangsang timbulnya bunga dan kemudian menjadi buah.
Dari kisah di atas, untuk mempertahankan buah dalam kehidupan kita ternyata diperlukan suatu kekonsistenan dalam memelihara siklus yang sehat agar dapat terus berbuah. Menyisihkan dari apa yang kita punya : waktu dan materi untuk Tuhan dan sesama, merupakan suatu usaha untuk mempertahankan siklus berbuah yang sehat, kecuali kita melilih perlukaan yang dilakukan oleh Tuhan untuk pemulihan.
(paul herwanto)