Ada pengajaran yang percaya bahwa arwah orang yang sudah meninggal dapat di Injili. Apabila semasa hidupnya ada orang-orang yang belum menerima Kristus, maka pada saat mereka telah meninggalpun dapat diberitakan Injil kepada mereka.
Apa yang menjadi pedoman mereka adalah ayat di dalam I Petrus 3:19-20. Menurut mereka kalau Kristus saja pergi menginjili roh orang yang telah meninggal maka kini tugas mereka untuk menginjili juga arwah leluhur dan kerabat mereka yang belum sempat menerima Krsitus semasa hidupnya.
Apakah benar demikian yang dimaksudkan oleh ayat dalam I Petrus 3:19-20 di atas? untuk jelasnya kita kutip lebih dulu bunyi ayat tersebut :
19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,
20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu
Ternyata dalam ayat di atas tersirat bahwa Yesus pergi kepada roh-roh yang dulu pada jaman Nuh tidak taat kepada Allah. Selama Nuh mempersiapkan bahteranya, maka ia menyampaikan firman Tuhan agar orang di sekitarnya bertobat, akan tetapi orang-orang ini mencemooh Nuh dan mereka enggan untuk mengikuti Nuh ke dalam bahtera. Oleh sebab itu dalam masa menjelang kebangkitan-Nya, Kristus telah mengunjungi roh-roh mereka ini untuk menjelaskan bahwa Dia lah Allah yang diberitakan oleh Nuh. Ini untuk membuat mereka sadar bahwa mereka salah telah melewatkan kesempatan baik yang disampaikan oleh Nuh.
Jadi Yesus sama sekali tidak memberitakan Injil kepada arwah agar mereka dapat bertobat, yang dilakukan oleh Yesus adalah hanya memproklamasikan bahwa Dialah Allah yang diberitakan oleh Nuh. jangan berharap ada kesempatan kedua setelah kematian datang, tidak akan ada lagi pemberitaan Injil setelah kematian datang menjemput seperti yang tertulis dalam Ibrani 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, gunakan kesempatan yang ada sekarang untuk mendengar firmanTuhan. (paul herwanto)