berandateropongpelangifreeware
 
   

 

Index Teropong

Bangkit Jadilah Terang
Bawa Bodyguard
Belajar Kepada Semut
Bukan Sekedar Janji
God on the Mountain
Halal & Haram
Hamba yang Merdeka
Kasih Identik dengan Penginjilan
Keluar, Bukan Tempatmu
Keterbukaan Awal Pemulihan
Ketika Tuhan Menjawab
Membangun Kepedulian
Mengapa Allah Menciptakan Manusia 1
Mengapa Allah Menciptakan Manusia 2
Mengapa Tuhan Mengutuk Pohon Ara?
Mengubah Masalah Menjadi Mutiara
Menjebol Kemapanan
Menyiapkan Tunas Muda
Pelantikan yang Fenomenal
Pemberian Terbaik
Penginjilan Arwah
Perlukaan Untuk Pemulihan
Power of the True King
Raih Sukses Setelah Gagal
Ulet, Ulet dan Ulet
Menjadi Kepala Bukan Ekor
Lebih dari Pemenang
Logo Baru
Warga Kerajaan Allah
Berkat bagi Orang Percaya
Bertumbuh di dalam Iman
Penyesat ada dimana-mana
Alkitab Menjawab
Kemerdekaan yang sebenarnya
Lembah Kekelaman
Menembus Tembok Tahun 2011
Kemenangan Bersama Yesus
Yesus Ada Di sana
Hamba Yang Setia
Kayu Salib Jaminan Mahkotaku
Kuasa Kebangkitan Yesus

 

 

MENYIAPKAN TUNAS MUDA
TUGAS SIAPA ?

Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk . . . dalam perjalanan, . . . berbaring dan . . . bangun;
(Ulangan  11:19)

Dunia flora (tumbuh-tumbuhan) begitu indah dan uniknya. Coba perhatikan pohon kelapa yang buahnya besar, mana buah mana bijinya? Jadi kalau mau membiakan kelapa terpaksa orang merelakan satu butir buah utuh untuk disemaikan. Lain halnya dengan mangga, pepaya, dan tumbuhan berbiji lainnya, buahnya dimakan dulu baru bijinya disemaikan.

Ada yang unik pada pohon pisang. Hampir tidak pernah kita menemukan biji pada saat menikmati buah pisang, kecuali tentunya untuk jenis pisang batu (klutuk). Belum pernah ada informasi apakah biji yang ditemukan di buah pisang dapat disemaikan dan menghasilkan tanaman baru.

Masih tentang pohon pisang, biasanya setiap pohon hanya mengeluarkan setandan buah yang tumbuh bersusun rapi dengan indahnya. Sangat jarang pohon pisang yang berbunga dua dan kemudian menghasilkan dua tandan pisang. Bila ini terjadi maka ini hanya merupakan kelainan genetis seperti halnya dengan kembar siam pada manusia, tidak ada sesuatu yang luar biasa. Seiring dengan semakin besarnya buah, pohon pisang akan mulai miring menahan bobot tandan buahnya yang semakin berat. Untuk itu diperlukan penopang agar pohon tetap tegak sampai buah pisang cukup tua untuk dipetik.

Dengan semakin kepayahannya pohon pisang untuk mematangkan buahnya, tanpa bantuan siapapun dia mulai mempersiapkan tunas yang akan menggantikannya. Pohon pisang seakan tidak rela apabila tidak mempunyai generasi penerus yang juga adalah pohon pisang.
Belajar dari pohon pisang, sebagai gereja Tuhan kita sangat diharapkan untuk dapat menyiapkan anak-anak kita menjadi jemaat baru. Menyiapkan tunas-tunas baru ini adalah tugas kita, bukan pihak lain, apalagi menyerahkannya kepada keinginan anak. Rasanya kita tidak akan rela kalau  dikalahkan hanya oleh pohon pisang
.(paul herwanto)

 

 

 

www.kemurahanmu.com