MENYIAPKAN TUNAS MUDA
TUGAS SIAPA ?
Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk . . . dalam perjalanan, . . . berbaring dan . . . bangun;
(Ulangan 11:19)
Dunia flora (tumbuh-tumbuhan) begitu indah dan uniknya. Coba perhatikan pohon kelapa yang buahnya besar, mana buah mana bijinya? Jadi kalau mau membiakan kelapa terpaksa orang merelakan satu butir buah utuh untuk disemaikan. Lain halnya dengan mangga, pepaya, dan tumbuhan berbiji lainnya, buahnya dimakan dulu baru bijinya disemaikan.
Ada yang unik pada pohon pisang. Hampir tidak pernah kita menemukan biji pada saat menikmati buah pisang, kecuali tentunya untuk jenis pisang batu (klutuk). Belum pernah ada informasi apakah biji yang ditemukan di buah pisang dapat disemaikan dan menghasilkan tanaman baru.
Masih tentang pohon pisang, biasanya setiap pohon hanya mengeluarkan setandan buah yang tumbuh bersusun rapi dengan indahnya. Sangat jarang pohon pisang yang berbunga dua dan kemudian menghasilkan dua tandan pisang. Bila ini terjadi maka ini hanya merupakan kelainan genetis seperti halnya dengan kembar siam pada manusia, tidak ada sesuatu yang luar biasa. Seiring dengan semakin besarnya buah, pohon pisang akan mulai miring menahan bobot tandan buahnya yang semakin berat. Untuk itu diperlukan penopang agar pohon tetap tegak sampai buah pisang cukup tua untuk dipetik.
Dengan semakin kepayahannya pohon pisang untuk mematangkan buahnya, tanpa bantuan siapapun dia mulai mempersiapkan tunas yang akan menggantikannya. Pohon pisang seakan tidak rela apabila tidak mempunyai generasi penerus yang juga adalah pohon pisang.
Belajar dari pohon pisang, sebagai gereja Tuhan kita sangat diharapkan untuk dapat menyiapkan anak-anak kita menjadi jemaat baru. Menyiapkan tunas-tunas baru ini adalah tugas kita, bukan pihak lain, apalagi menyerahkannya kepada keinginan anak. Rasanya kita tidak akan rela kalau dikalahkan hanya oleh pohon pisang.(paul herwanto)