HAMBA YANG MERDEKA
Filemon adalah seorang pengusaha di Kolose, dia memiliki banyak budak diantaranya adalah Onesimus. Suatu kali Onesimus mencuri barang milik Filemon. Bagi seorang budak, mencuri adalah kesalahan yang tidak dapat diampuni, dan hukumannya adalah kematian.
Onesimus tahu bahwa kematian menantinya, oleh sebab itu
Onesimus melarikan diri ke Roma agar dapat menikmati hasil curiannya. Mungkin dalam pikirannya akan sangat sulit menemukan dirinya di keramaian kota Roma.
Akan tetapi Tuhan sangat mengasihi Onesimus, Dia mempunyai rencana yang indah. Melalui Paulus Tuhan menemukan Onesimus dan mentobatkannya. Akan tetapi ada kendala besar bagi Onesimus untuk dapat kembali kepada tuannya, karena dia telah berdosa dan kematianlah yang menunggunya.
Oleh sebab itu kemudian Paulus menulis surat kepada Filemon agar dapat menerima kembali Onesimus bukan sebagai budak akan tetapi sebagai seorang saudara. Untuk itu Paulus berjanji untuk menanggung segala kerugian.
Keadaan kita seperti Onesimus lama yang berdosa, tidak ada pengharapan di ujung jalan kita, hanya kematianlah yang menunggu di depan kita. Akan tetapi Allah telah datang ke dunia dalam rupa Yesus. Dia rela menanggung segala dosa dan kesalahan kita. Hanya oleh penebusan-Nya maka kini kita menjadi "Hamba Yang Merdeka". Kematian tidak lagi menunggu di ujung jalan kita. Ada pengharapan baru yang menunggu kita di akhir jalan ini yaitu kehidupan yang kekal bersama Dia di surga. (paul herwanto).