BANGKIT !!!
JADILAH TERANG
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang,
dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
(Yesaya 60:1)
Ni Ing Hian demikian nama Bapak itu, beliau kini berusia 62 tahun. Sosoknya yang di muat di harian Kompas bulan Maret lalu membuat saya tersentak. Bapak ini seorang sarjana Elektro dari perguruan tinggi terkemuka, ITB. Berbagai karier telah digelutinya.
Awan pekat dalam kehidupannya tiba-tiba muncul, suatu pagi di bulan Oktober 1987 ketika beranjak ke pintu untuk mengambil koran, beliau terkejut karena mata kirinya tidak dapat melihat, dan ternyata mata kanannyapun kabur.
Sebulan lebih beliau dirawat di RS Aini, dan pada akhirnya ketika dirawat di Singapura dokter memberinya vonis : saraf matanya rusak total. Sebagai seorang yang aktif, tiba-tiba beliau harus berada di kursi roda, suatu siksaan yang tidak pernah terbayangkan.
Beliau tak habis pikir, mengapa Tuhan ijinkan semua ini terjadi? Dosa apa yang telah ia perbuat? Teman-temannya datang menghibur dengan mengatakan: “Tuhan tidak akan memberikan cobaan lebih dari kekuatan kita!” Suatu ungkapan yang kini seolah kosong, bila berada pada posisinya.
Dua tahun sudah dia meratapi keadaannya, dia mulai bangkit. Bukankah Tuhan sudah melengkapi dan mempersiapkannya sejak sekolah dulu?, juara kelas selalu berada di tangannya. Ini mendorongnya untuk kembali menggeluti kariernya sebagai guru les seperti ketika masih kuliah dulu. Kini dia menjadi guru les murid-murid SMA terkemuka di Jakarta, dan melayani sesama yang menghadapi kebutaan.
Sosok Ni Ing Hian begitu menyentuh, memberikan gambaran utuh bagaimana seharusnya sebagai seorang warga kerajaan Allah menyikapi segala sesuatu yang Tuhan ijinkan terjadi. (paul herwanto)