berandateropongpelangifreeware
 
   

 

Index Teropong

Bangkit Jadilah Terang
Bawa Bodyguard
Belajar Kepada Semut
Bukan Sekedar Janji
God on the Mountain
Halal & Haram
Hamba yang Merdeka
Kasih Identik dengan Penginjilan
Keluar, Bukan Tempatmu
Keterbukaan Awal Pemulihan
Ketika Tuhan Menjawab
Membangun Kepedulian
Mengapa Allah Menciptakan Manusia 1
Mengapa Allah Menciptakan Manusia 2
Mengapa Tuhan Mengutuk Pohon Ara?
Mengubah Masalah Menjadi Mutiara
Menjebol Kemapanan
Menyiapkan Tunas Muda
Pelantikan yang Fenomenal
Pemberian Terbaik
Penginjilan Arwah
Perlukaan Untuk Pemulihan
Power of the True King
Raih Sukses Setelah Gagal
Ulet, Ulet dan Ulet
Menjadi Kepala Bukan Ekor
Lebih dari Pemenang
Logo Baru
Warga Kerajaan Allah
Berkat bagi Orang Percaya
Bertumbuh di dalam Iman
Penyesat ada dimana-mana
Alkitab Menjawab
Kemerdekaan yang sebenarnya
Lembah Kekelaman
Menembus Tembok Tahun 2011
Kemenangan Bersama Yesus
Yesus Ada Di sana
Hamba Yang Setia
Kayu Salib Jaminan Mahkotaku
Kuasa Kebangkitan Yesus

 

 

BANGKIT !!!
JADILAH TERANG

 

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang,

dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

(Yesaya 60:1)

 

Ni Ing Hian demikian nama Bapak itu, beliau kini berusia 62 tahun. Sosoknya yang di muat di harian Kompas bulan Maret lalu membuat saya tersentak. Bapak ini seorang sarjana Elektro dari perguruan tinggi terkemuka, ITB. Berbagai karier telah digelutinya.

Awan pekat dalam kehidupannya tiba-tiba muncul, suatu pagi di bulan Oktober 1987 ketika beranjak ke pintu untuk mengambil koran, beliau terkejut karena mata kirinya tidak dapat melihat, dan ternyata mata kanannyapun  kabur.


Sebulan lebih beliau dirawat di RS Aini, dan pada akhirnya ketika dirawat di Singapura dokter memberinya vonis : saraf matanya rusak total. Sebagai seorang yang aktif, tiba-tiba beliau harus berada di kursi roda, suatu siksaan yang tidak pernah terbayangkan.


Beliau tak habis pikir, mengapa Tuhan ijinkan semua ini terjadi? Dosa apa yang telah ia perbuat? Teman-temannya datang menghibur dengan mengatakan: “Tuhan tidak akan memberikan cobaan lebih dari kekuatan kita!” Suatu ungkapan yang kini seolah kosong, bila berada pada posisinya.

 

Dua tahun sudah dia meratapi keadaannya, dia mulai bangkit. Bukankah Tuhan sudah melengkapi dan mempersiapkannya  sejak sekolah dulu?, juara kelas selalu berada di tangannya. Ini mendorongnya untuk kembali menggeluti kariernya sebagai guru les seperti ketika masih kuliah dulu. Kini dia menjadi guru les murid-murid SMA terkemuka di Jakarta, dan melayani sesama yang menghadapi kebutaan.

 

Sosok Ni Ing Hian begitu menyentuh, memberikan gambaran utuh bagaimana seharusnya sebagai seorang warga kerajaan Allah menyikapi segala sesuatu yang Tuhan ijinkan terjadi. (paul herwanto)

 

 

 

 

www.kemurahanmu.com